Rss

Tentang BeeComics

Foto saya

Komik bagi sebagian orang dipandang sebagai hal yang negatif. Padahal sebenarnya didalam proses menghasilkan sebuah komik dibutuhkan bukan hanya kemampuan menggambar saja, namun lebih kompleks seperti menghidupkan gambar melalui sebuah kata-kata (scriptor), merangkai gambar menjadi cerita (story telling), memberikan emosi melalui karakter tubuh (character), pewarnaan gelap (inker), pergerakan (movement), selera (taste), rasa (feeling.), dll.

Bagi sebagian orang menggambar komik juga dipandang hanya sebagai hobby saja dan tidak lebih. Padahal komik di beberapa negara besar seperti Amerika, Jepang, dan negara-negara maju lainnya sudah menjadi sebuah industri besar, yang menghasilkan tokoh-tokoh komik besar seperti X-men, Superman, Batman, Disney, Spiderman, Dragon Ball, Samurai X, SailorMoon, Steam Boy, Tiger Wong dll

A. Siapa itu Beecomics?
Animo penggemar komik di Indonesia besar, terbukti dengan banyak macamnya buku-buku komik buatan Jepang yang dijual di toko-toko buku serta bermunculannya film-film animasi di televisi.

Beecomics adalah sebuah sekolah komik pertama di Surabaya yan mengajarkan tentang bagaimana cara membuat komik dengan baik dan benar, bentuk tokoh, memberikan emosi pada tokoh agar lebih hidup, membentuk karakter, lebih kompleksnya bagaimana membuat sebuah cerita secara jelas melalui gambar-gambar komik dari segala aliran baik itu aliran manga, USA mapun bebas. Dan diharapkan siswa nantinya bisa menciptakan gaya/style sendiri . Membahasakan sebuah makna dalam bentuk visual, sehingga mudah dipahami. Beecomics juga memperkenalkan karya-karya siswa ke dunia luar, melalui media website.

Senin, 14 Maret 2016

Perspektif Dalam Menggambar Komik

Perspektif ini adalah sebuah teknik yang tercipta karena keterbatasan jarak pandang mata manusia, semakin jauh jarak mata degan benda semakin kecil penampakannya dan bahkan akan hilang dari pandangan. Sebaliknya, semakin dekat jarak mata kita, benda tersebut akan terlihat semakin besar.
Dua hal yang harus dijadikan patokan dalam teknik menggambar prespektif adalah sebagai berikut :

1. Garis Horizan
    Adalah sebuah garis khayal mata, dimana mata kita berada, disitulah agris horizon itu ada.
2. Titik hilang
    Adalah titik terjauh dari jangkauan jarak pandang mata dan titik hilang selalu terletak di garis
    horizon.

Dalam perspektif ini kita akan membahas tiga macam titik hilang,
A. Perspektif Satu Titik Hilang
Untuk prespektif satu titik hilang berarti untuk menjadi patokan hanya gariz horizon serta 1 titik hilang yang berada di horizon, sedangkan untuk sudut pandang akan dibagi lagi menjadi 3 macam sudut pandang, yaitu sudut pandang mata burung, sudut pandang normal, dan sudut pandang mata kodok.
B. Perspektif Dua Titik Hilang
Secara teknis, perspektif dengan 2 titik hilang hampir sama dengan teknik prespektif 1 titik hilang. Perbedaannya disini dalam 1 garis horizon terdapat 2 titik hilang sebagai patokan. Persimpangan garis yang berasal dari 2 titik hilang ini akan membentuk sebuah sudut. Biasanya jika jarak atara 2 titik ini terlalu dekat, penampakan ojek gambar benda akan mengalami distorsi. Untuk sudut pandang juga sama degan satu titik hilang ada 3 macam sudut padang.


C. Perspektif 3 titik hilang
Perspektif dengan 3 titik hilang biasaya haya bisa di pakai utuk menggambarkan sesuatu yang yang luas, besar dan tinggi, dan secara visual mengalami distrosi yang sangat ekstrem. Biasanya teknik ini dipakau untuk menggambarkan sosok monster raksasa, bangunan gedung bertingkat, suasana outdor.
Pada dasarnya, teknik dan tahapan menggambar perspektif 3 titik hilang ini hampir sama dengan teori sebelumnya tetapi garis horizon tidak selamanya harus diletakkan horizontal tetapi bisa saja diagonal untuk menggambarkan impresi yang berbeda, dan ketembahan 1 titk hilang yang berada di atas horizon atau bawah horizon. 

Nah, trus bagaimana sih penerapatn teori ini saat kita menggambar sebuah komik atau ilustrasi. Kaliat lihat beberapa komik atau anime jepang terkenal seperti One Pice, Naruto dan Bleach kaliat bisa lihatada beberapa adegan yang menggunakan perspektif dengan baik sehingga adegan benar-benar menarik dan kita ikut hanyut dalam adegan tersebut.
Dengan memakau teori perspektif ini gambar jadi terlihat luwes tidak kaku dan bisa terlihat lebih mendramatisir. Mari kita lihat contoh gambar berikut ini.





Selain itu dengan kita memahami teori perspektif ini kita bisa menentukan sudut pandang karakter atau adegan yang akan kita gambar, seorang komikus bisa dikatakan harus seperti seorang stutradara dalam film, harus bisa melihat sudut pandang sebuah adegan agar bisa di nikmati oleh pembaca. 

Disamping untuk menggambar karakter atau adega perspektif ini juga berguna untuk menggambar background atau keadaan/seting lingkungan. lihat contoh gambar berikut ini.

disini kita juga bisa membantu kita dalam mentnukan besar kecilnya karakter yang akan kita gambar dalam lingkungan tersebut.


So bagi adik-adik yang disekolah ada pelajaran ini jangan dianggap remeh ya, pelajari dengan baik loh....


Kamis, 10 Maret 2016

Membuat Cerita Komik

Saat akan membuat komik, hal utama yang perlu dilakukan adalah menentukan ide ceritanya terlebih dahulu. Dengan begitu penulis mengetahui apa yang ingin dituliskan dan pesan apa yang ingin disampaikan. Ide cerita bisa diawali dengan menemukan Tema apa yang akan di bahas.

Berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menemukan ide cerita.
1.  Membaca Buku
Membaca merupakan salah satu sumber ide bagi komikus untuk dapat menghasilkan karya yang berkualitas. Bacalah apa saja untuk memperkaya ide. Dengan memperbanyak bacaan dari berbagai macam genre, membaca novel, cerpen, majalah, buku serial anak-anak, koran hingga situs media online yang informatif tentunya akan memberikan banyak ide yang bisa diolah menjadi sebuah cerita yang menarik.

2.Melihat Sekitar
 Melihat sekitar di sini tidak hanya terbatas pada membuka mata saja, tetapi juga membuka telinga, membuka hidung, dan membuka seluruh indera yang kita miliki. Asah kepekaan terhadap dunia sekitar. Dengan kepekaan yang tinggi terhadap sekitar maka ide-ide akan lebih mudah tertangkap dan mendorong untuk menghasilkan karya.

3.Cerita Teman Ide cerita bisa datang dari mana saja, termasuk cerita dari teman. Bisa tentang keseharian, hobi, keunikan dan karakter teman atau bisa juga cerita yang pernah dikisahkan oleh teman. Apabila disimak dengan baik,  tidak menutup kemungkinan cerita teman akan memberikan inspirasi dan menjadi sesuatu yang menarik untuk dituliskan.

4.Bertanya
Keingintahuan yang besar dan daya pikir yang kritis sangat diperlukan bagi seorang penulis untuk menemukan ide yang tidak biasa. Memancingnya dengan pertanyaan “Mengapa?” akan hal-hal yang terjadi disekitar dapat memicu munculnya ide-ide baru.

5.Imajinasi Tokoh
Tidak jarang ide cerita muncul dari tokoh idola. Baik idola dari tokoh-tokoh terkenal yang menginspirasi maupun dari tokoh-tokoh kartun yang kita digemari. Mengembangkan imajinasi dengan membayangkan tokoh yang kita diidolakan di situasi yang berbeda melalui pertanyaan “bagaimana jika?” akan menghasilkan kemungkinan-kemungkinan baru yang dapat memperkaya ide cerita.  

Yang terpenting ketika sudah menemukan ide adalah jangan lupa untuk menuliskannya. Ingat! Kapasitas memori otak manusia terbatas. Setiap ide yang dihasilkan sangatlah berharga. Karenanya usahakan membawa apa saja sebagai media mencatat ide, seperti buku catatan, notes, atau handphone.



Alur Cerita

Komik akan dinilai bagus apabila memiliki alur cerita yg baik dan jelas, Untuk aturan membuat alur cerita yang baik aturannya sama seperti kita mmembuat cerita dalam novel/cerpen, Harus memiliki klimaks dan anti klimaks. Untuk mmpermudah memahami membuat alur cerita ini kita biasanya menggunakan diagram/gunung alur seperti gambar di bawah ini

Nah Cuma untuk membuat komik strip/komik yankoma/komik pendek ada sedikit perbedaan untuk penerapan pebuatan alur cerita ini. Karea aturan membuat komik strip/komik pedek ini minim jumlah panel adalah 4 maka aturan membuat cerita adalah sebagai berikut :

1 : Awal dari cerita. Kejadian untuk menarik perhatian pembaca. Buat cerita yang membuat penasaran pembaca dengan kejadian apa yang akan terjadi setelah nya.

2 : Pendalaman cerita. Cerita semakin dalam dan meluas.

3 : Klimaks dam kejadian berbalik 180 derajat. Cerita mengalami perubahan secara besar-besaran

4 : Akhir cerita. Kejadian yang tidak terduga setelah kejadian di “TEN” yang dapat menggugah perasaan dan emosi pembaca. Disini janghan membuat ending yang biasa, tetapi buatlah ending yang mengejutkan dan tak terduga.

Untuk yang 6 panel biasanya penambahan itu berada di panel 2 atau panel 3 untuk membuat cerita menjadi lbih seru. 

.